1 Yohanes 5:4 “Sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia; dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.”
Iman bukan sekadar keyakinan umum, melainkan karya Allah di dalam diri orang yang telah dilahirkan kembali. Dunia yang dimaksud dalam Alkitab bukan hanya mengenai sistem moral yang rusak, tetapi juga tekanan, pencobaan, dan nilai-nilai yang menentang Allah. Karena itu, kemenangan atas dunia tidak dihasilkan oleh kekuatan manusia, melainkan oleh iman yang mengakar pada Kristus.
Pertama, iman yang sejati berawal dari kelahiran baru. Yohanes dengan jelas mengatakan bahwa kemenangan dimulai dari mereka yang “lahir dari Allah”. Artinya, sebelum seseorang memiliki iman yang mengalahkan dunia, Allah terlebih dahulu memperbarui hati dan memberikan natur baru. Transformasi batin inilah yang membuat seorang percaya mampu melihat dunia seperti Allah melihatnya, bukan lagi sebagai tuan, tetapi sebagai sesuatu yang sudah dikalahkan oleh Kristus.
Kedua, iman yang menang adalah iman yang berpegang pada karya Kristus, bukan prestasi manusia. Dunia dikalahkan bukan karena kita kuat, tetapi karena Kristus telah menang. Di salib, Yesus menundukkan kuasa dosa, ketakutan, dan kebinasaan. Oleh karena itu, orang percaya tidak berdiri dalam kekuatan pribadinya, melainkan dalam kemenangan yang telah diselesaikan oleh Sang Anak Allah. Iman berarti mempercayakan seluruh hidup kepada apa yang Kristus telah kerjakan, bukan pada usaha diri.
Ketiga, iman yang mengalahkan dunia adalah iman yang taat. Iman bukan hanya percaya di dalam hati, tetapi juga mempengaruhi tindakan nyata. Orang yang beriman akan mengasihi Allah dan menaati perintah-Nya. Ketaatan bukan syarat keselamatan, tetapi bukti dari kehidupan baru. Ketika dunia menawarkan kompromi, iman memampukan kita berkata “tidak”, sebab hati kita telah dimenangkan oleh Kristus.
Keempat, iman yang menang memberi keteguhan di tengah pencobaan. Dunia dapat menekan dengan berbagai cara—masalah hidup, pergumulan moral, godaan materi, atau intimidasi sosial. Namun iman mengarahkan mata kita kepada Allah yang berdaulat. Kita menang bukan karena situasi menjadi mudah, tetapi karena kita tetap bertahan dalam kebenaran. Kemenangan orang percaya sering kali bukan kemenangan yang terlihat oleh dunia, tetapi kemenangan batin yang teguh memegang firman.
Akhirnya, iman yang mengalahkan dunia adalah iman yang hidup, bertumbuh melalui firman, doa, dan persekutuan. Semakin kita mengenal Kristus, semakin kecil kekuatan dunia atas kita. Kemenangan itu bukan hanya pada akhir hidup, tetapi menjadi pengalaman sehari-hari bagi orang yang berjalan dalam Roh.
Kiranya kita terus memegang iman yang teguh kepada Kristus, Sang Pemenang sejati, sehingga di dalam Dia kita pun mengalahkan dunia.