Siapa Allah?

Pertanyaan “Siapa Allah?” adalah pertanyaan terbesar yang pernah ditanyakan manusia. Pemahaman yang benar tentang Allah menentukan seluruh cara kita memandang hidup, ibadah, moralitas, tujuan, dan kekekalan. Alkitab menyatakan bahwa Allah bukan hasil imajinasi manusia, bukan energi, bukan konsep moral, melainkan Pribadi yang hidup, berkuasa, dan menyatakan diri-Nya. Mengenal Allah adalah puncak dari segala pengetahuan dan tujuan utama manusia diciptakan.


1. Allah adalah Pencipta Segala Sesuatu

Alkitab memulai dengan pernyataan tegas: “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.” Allah adalah sumber segala yang ada. Ia menciptakan dunia, kehidupan, manusia, dan seluruh keteraturan alam. Segala sesuatu bergantung pada-Nya untuk keberadaan, gerak, dan pemeliharaannya.

Karena Allah Pencipta, Ia memiliki hak mutlak atas segala ciptaan. Manusia bukan pemilik, melainkan pengelola di bawah otoritas Allah.


2. Allah adalah Pribadi yang Berdaulat

Allah tidak hanya mencipta, tetapi juga memerintah. Ia mengatur sejarah, bangsa-bangsa, kehidupan manusia, dan seluruh proses dunia. Tidak ada sesuatu pun yang berada di luar kehendak-Nya. Ia bekerja melalui peristiwa besar maupun hal-hal kecil yang tampak remeh.

Kedaulatan Allah berarti bahwa hidup manusia tidak berjalan secara kebetulan. Allah memimpin dengan tujuan yang bijaksana dan sempurna.


3. Allah adalah Kudus

Allah berbeda dari ciptaan. Ia murni, sempurna, tanpa cela, dan jauh dari segala dosa. Kekudusan Allah membuat manusia sadar betapa rusaknya hati manusia dan betapa seriusnya dosa di hadapan-Nya.

Kekudusan Allah menuntut bahwa ibadah kepada-Nya tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Ia layak menerima hormat, kekaguman, dan hidup yang taat.


4. Allah adalah Kasih

Kasih Allah bukan sekadar perasaan, tetapi keputusan aktif untuk mencari kebaikan ciptaan-Nya. Dalam kasih-Nya, Allah memelihara, memberi keadilan, menyediakan kebutuhan hidup, dan menyatakan kesabaran kepada manusia yang berdosa.

Puncak kasih Allah dinyatakan dalam pengorbanan Kristus. Allah yang Mahakudus menyediakan jalan keselamatan bagi manusia yang berdosa. Inilah misteri kasih yang mengubah hidup.


5. Allah adalah Adil

Allah tidak kompromi terhadap dosa. Ia menghakimi dengan benar, tanpa bias, tanpa korupsi, dan tanpa kesalahan. Keadilan Allah memastikan bahwa segala kejahatan akan menerima hukuman yang setimpal, entah sekarang atau pada hari penghakiman.

Keadilan Allah membuat dunia ini memiliki harapan bahwa kejahatan tidak akan menang selamanya.


6. Allah adalah Pribadi yang Dekat dan Mengenal Umat-Nya

Allah bukan Allah yang jauh. Ia mengetahui pikiran, pergumulan, air mata, keinginan, dan jalan hidup manusia. Ia mendengarkan doa, membimbing langkah, dan memberi penghiburan.

Hubungan dengan Allah bukan sekadar ritual, tetapi relasi pribadi melalui iman. Allah mengundang umat-Nya untuk mengenal Dia dan menemukan kepenuhan hidup dalam hadirat-Nya.


7. Allah Menyatakan Diri-Nya Melalui Alkitab

Manusia tidak mungkin mengenal Allah berdasarkan perkiraan atau perasaan. Allah menyatakan diri-Nya melalui:

  • firman tertulis, yaitu Alkitab

  • pekerjaan-pekerjaan-Nya dalam sejarah

  • ciptaan, yang menunjukkan kemuliaan-Nya

  • Yesus Kristus, pewahyuan tertinggi dari siapa Allah itu

Alkitab memberi pengetahuan benar dan cukup bagi manusia untuk mengenal Allah dengan pasti.


8. Allah yang Tritunggal

Alkitab mengajarkan bahwa Allah adalah satu, tetapi ada dalam tiga Pribadi: Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Ketiganya memiliki esensi yang satu, setara dalam kemuliaan, dan bekerja bersama dalam penciptaan, keselamatan, dan pemeliharaan.

Tritunggal bukan kontradiksi, tetapi misteri ilahi yang menunjukkan kekayaan dan kedalaman keberadaan Allah.


Kesimpulan

Allah adalah Pencipta, Raja, Hakim, Penebus, dan Bapa bagi umat-Nya. Ia berkuasa namun dekat, mahakudus namun penuh kasih, satu-satunya sumber hidup dan tujuan akhir manusia. Mengenal Allah bukan sekadar pelajaran teologi, tetapi panggilan tertinggi bagi manusia. Seperti yang diajarkan Alkitab, “Inilah hidup yang kekal, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau.”

Mengenal Allah membawa transformasi, ketundukan, penghiburan, dan sukacita sejati. Hanya dengan mengenal siapa Allah itu, manusia sungguh mengenal siapa dirinya dan apa tujuan hidupnya.

Recommended For You

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *