Yesus Adalah Tuhan: Bukti Alkitabiah dan Iman Kristen yang Teguh

Pertanyaan tentang keilahian Yesus Kristus merupakan pusat dari iman Kristen. Apakah benar Yesus hanyalah manusia biasa, nabi, atau sungguh-sungguh Allah yang menjadi manusia? Jawabannya menentukan segalanya — karena jika Yesus bukan Tuhan, maka salib kehilangan maknanya, dan kebangkitan hanyalah mitos. Namun jika Ia benar-benar Tuhan, maka seluruh janji keselamatan menemukan kepastiannya. Artikel ini menegaskan bahwa Yesus adalah Tuhan, berdasarkan kesaksian Alkitab, karya-Nya, dan pengakuan iman Kristen sepanjang masa.


1. Kesaksian Langsung dari Alkitab

Alkitab dengan jelas menyatakan keilahian Yesus. Injil Yohanes membuka dengan pernyataan agung:

“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” (Yohanes 1:1)

Kata “Firman” (Logos) di sini menunjuk pada Kristus, yang kemudian dikatakan “menjadi manusia” (Yohanes 1:14). Artinya, Yesus bukan ciptaan, tetapi Allah yang kekal, yang turun ke dunia menjadi manusia.

Dalam Yohanes 20:28, Tomas yang semula meragukan, akhirnya bersujud dan berkata kepada Yesus:

“Ya Tuhanku dan Allahku!”

Yesus tidak menolak pengakuan itu — Ia menerimanya sebagai bentuk iman yang benar. Jika Yesus bukan Tuhan, Ia pasti menegur Tomas sebagaimana para malaikat menolak disembah (Wahyu 22:8–9). Tetapi Ia tidak melakukannya, karena Ia memang layak menerima penyembahan.

Paulus juga menulis:

“Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan.” (Kolose 2:9)

Ini berarti seluruh kodrat Allah hadir secara penuh dalam diri Yesus Kristus. Ia bukan “seperti Allah”, melainkan Allah sendiri yang menyatakan diri dalam rupa manusia.


2. Bukti dari Karya dan Kuasa-Nya

Yesus melakukan hal-hal yang hanya dapat dilakukan oleh Allah. Ia mengampuni dosa, sesuatu yang dalam pemahaman Yahudi hanya hak Allah semata. Ketika Yesus berkata kepada orang lumpuh, “Dosamu sudah diampuni” (Markus 2:5), para ahli Taurat marah, karena mereka tahu ini adalah klaim ilahi. Namun untuk membuktikan kuasa-Nya, Yesus menyembuhkan orang itu di hadapan mereka.

Selain itu, Yesus berkuasa atas alam (meredakan badai, Markus 4:39), atas maut (membangkitkan Lazarus, Yohanes 11:43–44), dan atas Iblis (Markus 1:27). Kuasa seperti itu tidak mungkin berasal dari manusia biasa. Bahkan ketika Ia sendiri bangkit dari kematian, itu menjadi puncak bukti keilahian-Nya. Kebangkitan adalah pengesahan surgawi bahwa Yesus sungguh Tuhan (Roma 1:4).


3. Pengakuan dari Gereja Perdana

Sejak awal, gereja Kristen menyembah Yesus sebagai Tuhan. Dalam Filipi 2:6–11, Paulus mengutip himne gereja mula-mula yang menyebut:

“Yesus Kristus adalah Tuhan (Kyrios).”

Kata Kyrios dalam Septuaginta (terjemahan Yunani Perjanjian Lama) adalah padanan dari nama Allah YHWH. Dengan demikian, menyebut Yesus sebagai Kyrios berarti mengakui Dia sebagai Allah yang sama yang disembah Israel.

Para rasul dan martir awal bersedia mati demi pengakuan itu. Mereka tidak mati karena doktrin moral, tetapi karena keyakinan bahwa Yesus yang disalibkan adalah Tuhan yang hidup. Tidak ada satu pun bukti sejarah bahwa gereja mula-mula menganggap Yesus hanya sebagai manusia atau nabi besar — mereka menyembah-Nya, berdoa kepada-Nya, dan bersaksi dalam nama-Nya.


4. Kesaksian Roh Kudus dan Pengalaman Iman

Selain bukti Alkitab dan sejarah, orang percaya mengalami sendiri realitas kehadiran Kristus yang hidup. Roh Kudus bersaksi dalam hati umat-Nya bahwa Yesus adalah Tuhan (Roma 8:16; 1 Korintus 12:3). Jutaan orang dari berbagai bangsa mengalami kuasa-Nya mengubah hidup, membebaskan dari dosa, dan memberikan damai yang tak tergantikan. Hal ini menjadi bukti rohani yang terus berlanjut sepanjang zaman.


5. Implikasi Iman: Menyembah dan Mengikuti Dia

Jika Yesus adalah Tuhan, maka respons satu-satunya yang benar adalah penyerahan total dan penyembahan. Ia bukan sekadar guru moral atau teladan etis, tetapi pusat dari keselamatan. Menolak keilahian Yesus berarti menolak keselamatan itu sendiri, sebab hanya Allah yang dapat menebus manusia dari dosa.

Seperti dikatakan Petrus:

“Tidak ada nama lain di bawah kolong langit yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” (Kisah 4:12)


Kesimpulan

Yesus bukan hanya nabi, guru, atau pemimpin rohani. Ia adalah Allah yang kekal, yang datang dalam rupa manusia untuk menebus dunia. Alkitab menyaksikan, sejarah menegaskan, dan Roh Kudus memeteraikan bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan.

Karena itu, setiap orang dipanggil untuk percaya, menyembah, dan hidup bagi-Nya. Sebab suatu hari kelak, seperti yang tertulis:

“Setiap lutut akan bertelut dan setiap lidah mengaku: Yesus Kristus adalah Tuhan, bagi kemuliaan Allah Bapa.” (Filipi 2:10–11)

Recommended For You

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *