Yesus Tuhan atau Manusia?

Pertanyaan tentang siapa sebenarnya Yesus telah menjadi pusat perdebatan iman selama dua ribu tahun. Sebagian orang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia, sementara yang lain melihat-Nya hanya sebagai nabi, guru moral, atau manusia pilihan Allah. Namun, Alkitab sendiri memberi gambaran yang jauh lebih dalam dan kompleks: Yesus adalah sungguh-sungguh manusia, sekaligus sungguh-sungguh Tuhan.

Untuk memahami hal ini, kita harus kembali kepada kesaksian Kitab Suci.

Di satu sisi, Alkitab dengan jelas menunjukkan bahwa Yesus adalah manusia sejati. Ia lahir dari rahim Maria (Lukas 2:7), bertumbuh seperti anak-anak lain (Lukas 2:52), merasakan lapar (Matius 4:2), haus (Yohanes 19:28), letih (Yohanes 4:6), sedih, bahkan menangis (Yohanes 11:35). Ia berdoa kepada Bapa (Matius 26:39) dan akhirnya mati di kayu salib (Yohanes 19:30). Semua ini membuktikan bahwa Yesus bukan sekadar “tampak seperti manusia”, tetapi benar-benar hidup sebagai manusia dengan segala keterbatasannya.

Namun pada saat yang sama, Alkitab juga menyatakan bahwa Yesus lebih dari sekadar manusia biasa.

Injil Yohanes membuka dengan pernyataan yang sangat tegas: “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah” (Yohanes 1:1). Lalu ayat 14 menegaskan, “Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita.” Ini berarti Yesus adalah Firman Allah yang kekal, yang kemudian mengambil rupa manusia.

Yesus juga melakukan hal-hal yang hanya dapat dilakukan oleh Tuhan. Ia mengampuni dosa (Markus 2:5–7), sesuatu yang menurut orang Yahudi hanya Allah yang berhak melakukannya. Ia menenangkan badai hanya dengan satu perintah (Markus 4:39). Ia membangkitkan orang mati (Yohanes 11). Bahkan Ia menerima penyembahan, seperti dari Tomas yang berseru, “Ya Tuhanku dan Allahku!” (Yohanes 20:28), dan Yesus tidak menegurnya.

Lebih jauh lagi, Yesus sendiri menyatakan kesetaraan-Nya dengan Allah. Dalam Yohanes 10:30 Ia berkata, “Aku dan Bapa adalah satu.” Pernyataan ini begitu kuat sehingga orang-orang Yahudi saat itu hendak melempari-Nya dengan batu, karena mereka mengerti bahwa Ia sedang menyamakan diri dengan Allah.

Rasul Paulus menulis bahwa dalam Kristus “diam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan” (Kolose 2:9). Artinya, segala sifat ilahi ada di dalam Yesus, walaupun Ia hadir dalam tubuh manusia.

Lalu bagaimana mungkin Yesus adalah Tuhan sekaligus manusia?

Inilah yang dalam teologi Kristen disebut inkarnasi: Allah menjadi manusia. Filipi 2:6–8 menjelaskan bahwa Yesus, walaupun dalam rupa Allah, rela mengosongkan diri-Nya dan mengambil rupa seorang hamba, menjadi sama dengan manusia. Ia tidak berhenti menjadi Tuhan, tetapi dengan sukarela membatasi kemuliaan-Nya untuk masuk ke dalam sejarah manusia.

Tujuan-Nya bukan sekadar untuk mengajar atau memberi teladan moral, melainkan untuk menyelamatkan. Sebagai manusia, Yesus dapat mewakili umat manusia. Sebagai Tuhan, pengorbanan-Nya memiliki nilai kekal. Jika Yesus hanya manusia, kematian-Nya tidak cukup untuk menebus dosa dunia. Tetapi karena Ia adalah Tuhan yang menjadi manusia, salib menjadi jalan keselamatan.

Inilah inti iman Kristen: Allah tidak tinggal jauh di surga, melainkan turun ke dunia, merasakan penderitaan manusia, dan menanggung dosa manusia. Yesus bukan setengah Tuhan atau setengah manusia. Ia adalah 100% Tuhan dan 100% manusia.

Karena itu, pertanyaan “Yesus Tuhan atau manusia?” sebenarnya dijawab Alkitab dengan satu kalimat sederhana namun mendalam: Yesus adalah Tuhan yang menjadi manusia.

Ia manusia, supaya Ia dapat dekat dengan kita.
Ia Tuhan, supaya Ia dapat menyelamatkan kita.

Pada akhirnya, pertanyaan ini bukan hanya soal doktrin, tetapi soal respons pribadi. Jika Yesus hanya manusia, Ia bisa dikagumi. Tetapi jika Yesus adalah Tuhan yang menjelma, maka Ia layak disembah dan diikuti.

Dan di situlah setiap orang diundang untuk mengambil keputusan: siapakah Yesus bagi Anda?

Recommended For You

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *