Jika Keselamatan Hanya Melalui Kristus, Bagaimana Nasib Mereka Sebelum Kristus Datang?

Pertanyaan mengenai nasib manusia sebelum kedatangan Kristus merupakan isu penting dalam teologi keselamatan. Alkitab dengan jelas menegaskan bahwa keselamatan hanya ada di dalam Kristus; tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia melalui siapa kita dapat diselamatkan. Namun, bagaimana dengan mereka yang hidup sebelum peristiwa inkarnasi? Apakah mereka tidak memiliki kesempatan? Eksposisi ini menjelaskan bagaimana seluruh Alkitab menyajikan suatu pola keselamatan yang konsisten—yaitu keselamatan melalui Kristus yang bekerja baik ke masa depan maupun ke masa lalu.

1. Keselamatan Selalu Bersumber dari Kristus

Walaupun Kristus baru datang secara fisik pada abad pertama, karya penebusan-Nya bersifat kekal. Dalam kacamata kekekalan Allah, korban Kristus adalah satu karya yang melampaui batas waktu. Salib tidak hanya berlaku bagi orang-orang setelah Yesus, tetapi juga berlaku bagi mereka yang hidup sebelumnya. Dalam rencana Allah, Anak Domba telah ditetapkan sebagai korban penebus “sejak dunia dijadikan”. Artinya, Kristus adalah pusat keselamatan, baik bagi generasi sebelum maupun sesudah Injil diberitakan secara penuh.

2. Umat Sebelum Kristus Diselamatkan Melalui Iman kepada Janji Allah

Mereka yang hidup sebelum Kristus tidak mengenal nama Yesus secara eksplisit, tetapi mereka mengenal janji yang Allah berikan. Sejak Adam dan Hawa hingga para nabi, Allah menyatakan bahwa Ia akan mengirimkan Penyelamat. Mereka diselamatkan bukan karena memahami semua detail, tetapi karena percaya kepada Allah dan kepada janji penebusan yang akan digenapi di masa depan.

Abraham, Nuh, Daud, dan orang-orang percaya lainnya “dibenarkan oleh iman”. Iman mereka tertuju kepada Allah yang berjanji akan memulihkan, menebus, dan menyelamatkan. Meskipun mereka belum melihat Mesias, mereka menantikan Dia. Dengan demikian, mereka diselamatkan oleh Kristus, melalui iman, walaupun belum mengetahui nama Yesus secara lengkap.

3. Hukum Taurat Berfungsi Sebagai Penuntun, Bukan Jalan Keselamatan

Taurat diberikan bukan untuk menyelamatkan, tetapi untuk menunjukkan standar kekudusan Allah dan mengungkapkan kebutuhan manusia akan Penebus. Persembahan korban, sistem ibadah, dan seluruh tata upacara menjadi bayangan dari karya Kristus yang akan datang. Setiap korban bakaran adalah gambaran dari Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.

Dengan kata lain, umat Perjanjian Lama mengalami keselamatan secara provisional—keselamatan yang dijanjikan dan ditopang oleh karya Kristus yang kelak akan diwujudkan. Ketika Kristus mati dan bangkit, karya itu berlaku sebagai pemenuhan bagi semua simbol penebusan sebelumnya.

4. Allah Menghakimi Berdasarkan Terang yang Diterima

Alkitab menunjukkan bahwa Allah menghakimi manusia seturut terang atau penyataan yang telah mereka terima. Mereka sebelum Kristus tidak menerima Injil lengkap seperti yang kita miliki sekarang, tetapi mereka menerima penyataan umum dan khusus yang cukup untuk menuntun mereka kepada iman.

Penyataan umum hadir melalui ciptaan, hati nurani, serta kesadaran moral. Penyataan khusus hadir melalui firman Allah yang diberikan dalam sejarah Israel. Mereka yang merespons Allah dengan iman dan ketaatan dianggap sebagai orang benar, bukan karena kesempurnaan moral, tetapi karena belas kasih Allah yang kelak digenapi dalam Kristus.

5. Kematian Kristus Bekerja Retrospektif dan Prospektif

Ketika Yesus mati, korban-Nya bukan hanya membuka jalan bagi manusia setelah penyaliban, tetapi juga berlaku surut bagi mereka yang hidup sebelum itu. Penebusan yang dilakukan Kristus bersifat universal dalam jangkauan waktu, tetapi eksklusif dalam sumbernya—hanya Kristus satu-satunya Penebus.

Karena itu, orang-orang benar Perjanjian Lama masuk kepada keselamatan bukan melalui usaha, ritual, maupun keturunan, tetapi melalui karya Kristus yang menerobos seluruh sejarah manusia.

6. Kesimpulan Eksposisi

Keselamatan sejak awal hingga kini selalu berada dalam satu jalur yang sama: iman kepada Allah yang menyelamatkan melalui Kristus. Bedanya hanyalah arah pandang:

  • Umat Perjanjian Lama percaya kepada Kristus yang akan datang.

  • Umat Perjanjian Baru percaya kepada Kristus yang telah datang.

Dengan demikian, tidak ada pertentangan antara keunikan Kristus sebagai satu-satunya jalan keselamatan dan kenyataan bahwa banyak orang hidup sebelum Dia datang. Mereka diselamatkan oleh anugerah Allah melalui iman atas dasar karya Kristus, yang bekerja melampaui batas waktu.

Recommended For You

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *