Kristen atau Islam: Siapa yang Sebenarnya Lebih Dulu?

Pertanyaan tentang agama mana yang lebih dulu muncul, Kristen atau Islam, sering kali menjadi bahan diskusi, bahkan perdebatan. Untuk menjawabnya secara jujur dan objektif, kita perlu melihatnya dari sudut pandang sejarah, bukan dari klaim iman masing-masing agama. Sejarah membantu kita memahami urutan waktu kemunculan agama-agama besar dunia tanpa harus merendahkan keyakinan siapa pun.

Secara historis, agama Kristen muncul lebih dahulu daripada Islam. Kekristenan berakar pada kehidupan dan ajaran Yesus Kristus, yang hidup di wilayah Palestina sekitar awal abad pertama Masehi. Yesus lahir kira-kira pada akhir abad pertama sebelum Masehi dan wafat sekitar tahun 30–33 Masehi. Setelah kematian dan kebangkitan Yesus, para murid-Nya mulai memberitakan Injil, yaitu kabar baik tentang keselamatan. Dari sinilah komunitas Kristen awal terbentuk dan menyebar ke berbagai wilayah Kekaisaran Romawi. Pada abad pertama dan kedua, kekristenan sudah dikenal luas meskipun sering mengalami penganiayaan.

Sementara itu, Islam baru muncul sekitar enam abad kemudian, tepatnya pada abad ke-7 Masehi. Islam bermula dari wahyu yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW di Mekah sekitar tahun 610 Masehi. Dari wahyu-wahyu tersebut lahirlah Al-Qur’an, yang menjadi kitab suci umat Islam. Setelah hijrah ke Madinah pada tahun 622 Masehi, Islam berkembang dengan pesat dan dalam waktu singkat menyebar ke berbagai wilayah di Jazirah Arab dan sekitarnya.

Jika dilihat dari garis waktu ini, maka secara kronologis Kristen lebih dahulu ada daripada Islam. Hal ini merupakan fakta sejarah yang diakui oleh para sejarawan, baik dari kalangan Kristen, Muslim, maupun akademisi sekuler. Perbedaan urutan waktu ini bukanlah soal benar atau salah, melainkan sekadar urutan sejarah.

Namun, dari sudut pandang teologi Islam, terdapat pemahaman yang berbeda. Islam tidak melihat dirinya sebagai agama yang benar-benar baru, melainkan sebagai kelanjutan dan penyempurnaan dari ajaran tauhid yang telah dibawa oleh para nabi sebelumnya, seperti Ibrahim, Musa, dan Isa (Yesus). Dalam pandangan Islam, ajaran tentang keesaan Tuhan sudah ada sejak manusia pertama, yaitu Nabi Adam. Oleh karena itu, meskipun Islam secara historis muncul pada abad ke-7, umat Islam meyakini bahwa esensi ajarannya sudah ada sejak awal sejarah manusia.

Di sisi lain, kekristenan memandang dirinya sebagai penggenapan janji Allah dalam Perjanjian Lama melalui Yesus Kristus. Kekristenan lahir dari konteks Yudaisme, tetapi berkembang menjadi iman yang memiliki identitas teologis yang khas, terutama dalam pengakuan bahwa Yesus adalah Anak Allah dan Juruselamat dunia. Inilah yang membedakan kekristenan bukan hanya dari Yudaisme, tetapi juga dari Islam.

Dengan demikian, jawaban atas pertanyaan “agama mana duluan, Kristen atau Islam?” bergantung pada sudut pandang yang digunakan. Secara sejarah, Kristen lebih dulu muncul daripada Islam. Namun secara iman, masing-masing agama memiliki pemahaman teologis sendiri tentang asal-usul dan kelanjutan wahyu Ilahi.

Memahami perbedaan ini seharusnya tidak menjadi alasan untuk saling merendahkan, melainkan menjadi dasar untuk berdialog secara dewasa dan saling menghormati. Sejarah memberi kita urutan waktu, sedangkan iman memberi makna. Keduanya perlu ditempatkan secara proporsional agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun konflik yang tidak perlu.

Recommended For You

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *